Pasar aset digital kembali diguncang gelombang likuidasi besar-besaran yang mencapai nilai fantastis sebesar US$735 juta pada Kamis, 24 Juli 2025. Di tengah badai ini, XRP menjadi salah satu korban paling terpukul, mencatatkan penurunan tajam hingga 14% dalam 24 jam terakhir dan kini diperdagangkan pada level US$2,99.
Penurunan harga drastis ini terjadi hanya beberapa hari setelah reli agresif XRP yang melonjak hingga 50% dan menyentuh angka US$3,65 pada periode 18 hingga 22 Juli. Kenaikan cepat tersebut ternyata memicu kondisi pasar yang terlalu panas, menciptakan tekanan jual besar-besaran dari pelaku pasar yang memilih merealisasikan keuntungan mereka.
Data dari platform pelacakan derivatif menunjukkan bahwa total likuidasi posisi long XRP mencapai angka mengejutkan, yakni US$88,58 juta. Angka ini menandakan bahwa sentimen bullish yang sempat mendominasi pasar kini berbalik arah secara signifikan, dengan tekanan jual yang terus membayangi.
Lebih luas lagi, tekanan di pasar altcoin menjadi semakin nyata. CoinMarketCap Altcoin Season Index mencatat penurunan tajam sebesar 16% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Indeks ini secara historis digunakan sebagai indikator untuk mengukur dominasi altcoin terhadap Bitcoin, dan penurunan signifikan tersebut mengindikasikan pergeseran modal yang cukup agresif kembali ke aset kripto utama—Bitcoin.
Baca Juga: Ethereum Catat Rekor Baru: Pasokan Stablecoin Sentuh US$140 Miliar, Imbas Regulasi Genius Act
Dari perspektif makroekonomi, tekanan terhadap selera risiko investor juga diperkuat oleh laporan arus keluar dana institusional dari produk investasi crypto di pasar tradisional. Berdasarkan data mingguan dari CoinShares, tercatat arus keluar sebesar US$168 juta pada 23 Juli, menandakan meningkatnya kehati-hatian dari investor besar terhadap pasar aset digital dalam waktu dekat.
Kombinasi dari aksi ambil untung jangka pendek, likuidasi derivatif besar-besaran, serta perpindahan modal ke Bitcoin menciptakan badai sempurna yang menggerus nilai XRP secara signifikan. Meskipun begitu, volatilitas seperti ini bukan hal baru di lanskap kripto. Para investor jangka panjang disarankan untuk tetap fokus pada strategi akumulasi yang terukur dan memperhatikan perkembangan indikator makro dan teknikal secara menyeluruh.
Dengan tekanan yang kian intens terhadap altcoin, serta Bitcoin kembali memimpin arus modal, pasar tampaknya tengah mengalami fase rotasi strategis. Waktu akan menjawab apakah ini merupakan fase konsolidasi sebelum reli baru, atau awal dari tren dominasi Bitcoin yang lebih panjang.

