Bitcoin (BTC) kembali mengalami koreksi tajam ke level terendah dalam tiga minggu pada awal Agustus, menyusul euforia yang memuncak pada Juli. Setelah menyentuh rekor tertinggi di kisaran $123.200 pada 14 Juli, harga Bitcoin kini terjun sekitar 2–3 %, mencapai level sekitar $114.000 pada sesi perdagangan Asia Jumat pagi.
Latar Belakang dan Pemicu Penurunan
Kenaikan dramatis di Juli, sebagian besar disebabkan oleh arus masuk besar dari ETF spot Bitcoin dan Ethereum yang mencapai miliaran dolar. Namun, sentimen berubah cepat setelah pengumuman tarif baru dari Ketua Biro Eksekutif AS, Donald Trump, yang mengumumkan kenaikan tarif impor ke sejumlah negara mitra dagang, termasuk Kanada, yang memicu gelombang kekhawatiran di pasar keuangan global.
Dampak Jual Paksa dan Likuidasi
Dalam waktu 24 jam, likuidasi posisi leveraged mencapai lebih dari $800 juta global. Bitcoin dan Ether menjadi sorotan utama, dengan total likuidasi untuk Bitcoin sekitar $200 juta dan Ethereum $250 juta. Mayoritas posisi yang dilikuidasi adalah posisi-long, memicu margin call secara otomatis dan memperpanas koreksi harga.
Baca Juga: Trump Bangun Dana Perang Politik Senilai $274 Juta Jelang Pemilu Paruh Waktu
Data Teknis & Dukungan Pasar
Bitcoin sekarang diperdagangkan 6% di bawah puncak rekor $122–123 ribu. Area support di kisaran $111.000 hingga $112.000 menjadi fokus utama para analis. Indeks RSI menunjukkan kondisi oversold, dan open interest untuk kontrak berjangka menurun, mencerminkan kehati-hatian pemain institusi. Jika Bitcoin gagal bertahan di atas zona support ini, penurunan lebih lanjut menuju rentang $110.000–$111.000 bukan tidak mungkin.
Pandangan dari Para Analis
Beberapa analis menilai bahwa koreksi ini adalah respons alami terhadap profit-taking setelah reli agresif di Juli. Apollo Capital dan LVRG Research menyatakan bahwa tekanan makro—yakni peningkatan tarif, data ekonomi yang melemah, serta sinyal suku bunga dari Federal Reserve—telah menciptakan ketidaktentuan yang meredam optimism. Namun keduanya menilai bahwa struktur fundamental masih mendukung potensi rebound jika kondisi stabil kembali.
Prospek ke Depan
Sentimen pasar akan sangat tergantung pada data ekonomi AS—terutama nonfarm payrolls dan imin dari Federal Reserve. Jika pertumbuhan lapangan kerja lemah dan gejolak seputar tarif mereda, investor bisa kembali membeli, dan potensi rebound menuju kembali ke $120.000–$125.000 layak dipertimbangkan. Namun jika tekanan makro terus meningkat, Bitcoin bisa menguji kembali support di bawah $110.000 dalam beberapa minggu ke depan.

