Treasure Global Inc. (TGL), perusahaan e-commerce inovatif yang berbasis di Amerika Serikat dengan jaringan luas di Asia Tenggara, mengumumkan strategi besar dalam penguatan infrastruktur digitalnya. Dalam rencana terbaru, TGL akan mengalokasikan dana hingga US$100 juta untuk membangun portofolio aset digital yang mencakup Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), stablecoin yang teregulasi, serta teknologi kecerdasan buatan (AI).
Langkah ini mencerminkan perubahan paradigma dalam manajemen aset korporasi modern, di mana transformasi digital bukan lagi sebatas adaptasi teknologi, tetapi menjadi fondasi utama dalam menciptakan daya saing jangka panjang.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui situs perusahaan, CEO Treasure Global, Carlson Thow, menegaskan bahwa langkah strategis ini dilakukan untuk menyelaraskan alokasi modal perusahaan dengan arah pertumbuhan dan skala operasional yang semakin luas.
“Kami tidak sekadar mengadopsi teknologi, tetapi menanamkannya langsung ke dalam tulang punggung keuangan dan operasional perusahaan. Dengan memasukkan aset kripto ke dalam neraca dan memanfaatkan kecerdasan data secara real-time di platform konsumen kami, TGL membangun ekosistem digital yang tangguh, dengan fokus pada pendapatan berulang, ekspansi margin, dan efisiensi modal jangka panjang,” ujar Thow.
Langkah ini bukan hanya tentang akumulasi aset digital, tetapi juga mencerminkan visi jangka panjang perusahaan untuk menciptakan sinergi antara blockchain, AI, dan perilaku konsumen. Di tengah iklim global yang terus berubah, banyak perusahaan teknologi terkemuka mulai memposisikan aset digital sebagai bagian integral dari strategi manajemen keuangan mereka.
Baca Juga: Ray Dalio Tegaskan Komitmen, Tidak Mundur dari Posisi Penasihat BPI Danantara
Dengan adopsi ini, Treasure Global menempatkan dirinya sejajar dengan perusahaan-perusahaan global visioner lainnya yang melihat kripto dan AI bukan sebagai tren sementara, melainkan sebagai fondasi teknologi masa depan. Pendekatan ini juga memungkinkan perusahaan untuk lebih adaptif dalam merespons dinamika pasar, sambil meningkatkan efisiensi operasional dan fleksibilitas arus kas.
Treasure Global sebelumnya telah dikenal luas sebagai platform e-commerce berbasis teknologi yang berfokus pada konsumen milenial dan Gen Z. Dengan pengguna aktif yang tersebar di berbagai pasar Asia, integrasi teknologi blockchain dan AI ke dalam platform diyakini akan membuka potensi baru untuk hiper-personalisasi layanan, manajemen loyalitas, hingga penguatan analitik perilaku konsumen berbasis data besar.
Melalui inisiatif ini, Treasure Global bukan hanya ingin menjadi pelaku pasar e-commerce, tetapi juga pionir dalam penggabungan teknologi frontier ke dalam inti bisnis modern.

