Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates sekaligus salah satu investor paling disegani di dunia, kembali menyuarakan keyakinannya terhadap peran Bitcoin dalam sistem keuangan global. Dalam pernyataan terbarunya, Dalio menyebut bahwa Bitcoin kini telah berkembang dari sekadar aset spekulatif menjadi mata uang digital global yang diakui luas, berkat karakteristiknya yang unik dan tangguh terhadap inflasi.
Dalam sebuah unggahan di platform X yang berjudul How Countries Go Broke, Dalio menyoroti pentingnya sebuah mata uang memiliki pasokan terbatas dan kestabilan nilai jangka panjang. Menurutnya, Bitcoin menonjol karena memiliki jumlah maksimum yang tetap, yakni 21 juta keping, menjadikannya langka dan berpotensi menjadi penyimpan nilai yang solid dalam jangka panjang.
“Bitcoin telah muncul sebagai mata uang yang diterima secara luas di berbagai penjuru dunia karena tidak dapat diproduksi secara sembarangan,” tulis Dalio.
Ia menekankan bahwa uang yang efektif adalah yang bisa digunakan sebagai alat tukar dan sekaligus sebagai penyimpan kekayaan yang stabil. Dalam hal ini, Dalio menyamakan Bitcoin dengan emas dan perak murni, dua komoditas yang selama berabad-abad dikenal sebagai “uang keras”.
Baca Juga: BlackRock Borong Bitcoin dalam Skala Masif: Pasokan Harian Tak Mampu Mengimbangi
Bitcoin, lanjut Dalio, menjadi jawaban atas krisis kepercayaan terhadap mata uang fiat yang kerap mengalami devaluasi akibat kebijakan moneter yang longgar dan pencetakan uang besar-besaran oleh bank sentral. Dalam konteks tersebut, mata uang digital seperti Bitcoin menjadi alternatif yang semakin menarik, terlebih di tengah gejolak ekonomi global dan inflasi yang membayangi.
Tak hanya itu, Dalio telah menyarankan sejak 2022 agar investor cerdas mengalokasikan sebagian kecil portofolio—sekitar 2%—untuk Bitcoin, bersanding dengan emas, sebagai strategi hedging terhadap ketidakstabilan ekonomi dan inflasi.
Pernyataan ini memperkuat posisi Bitcoin bukan hanya sebagai instrumen investasi digital, tapi juga sebagai alat tukar global baru yang bersifat tahan banting di era disrupsi ekonomi dan geopolitik. Seiring adopsi yang kian meluas, Bitcoin perlahan mengukuhkan diri sebagai bagian integral dari sistem keuangan modern.

