Tiga raksasa teknologi penambangan kripto asal Tiongkok—Bitmain, Canaan, dan MicroBT—secara strategis tengah mengalihkan basis produksi mereka ke Amerika Serikat. Langkah besar ini dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian kebijakan tarif impor yang digencarkan oleh pemerintahan Donald Trump, yang dikenal dengan pendekatan proteksionisnya terhadap barang-barang manufaktur dari Tiongkok.
Ketiga perusahaan ini diketahui memproduksi lebih dari 90% perangkat keras (rig) penambangan Bitcoin global, menjadikan posisi mereka sangat krusial dalam ekosistem kripto dunia. Dengan adanya ancaman tarif hingga 30% untuk produk-produk teknologi asal Tiongkok, para pelaku industri menghadapi tekanan berat dalam mempertahankan margin keuntungan dan akses ke pasar internasional, khususnya Amerika Serikat.
Langkah awal eksodus dipelopori oleh Bitmain pada akhir tahun lalu, dengan mulai membangun fasilitas produksi dan logistik di beberapa negara bagian AS. Canaan segera mengikuti jejak tersebut setelah kemenangan pemilu kembali diraih oleh Donald Trump, yang dinilai memperbesar kemungkinan eskalasi perang dagang antara Washington dan Beijing.
Baca Juga: Minyak Mentah Melesat Jadi Primadona di Tengah Ketegangan Timur Tengah
“Langkah ini bukan hanya bentuk mitigasi risiko, tapi juga strategi ekspansi pasar jangka panjang,” ujar Leo Wang, eksekutif senior di Canaan. Ia menekankan pentingnya meminimalisir eksposur terhadap kebijakan yang tak dapat diprediksi, sembari tetap menjaga komitmen pada pelanggan global, terutama di wilayah Amerika Utara.
Sementara itu, MicroBT juga telah mulai menerapkan strategi relokasi yang serupa. Perusahaan ini dilaporkan tengah menjalin kemitraan dengan pihak industri lokal di Texas dan Georgia guna mendirikan pusat perakitan dan distribusi.
Dengan relokasi ini, ketiga produsen besar tersebut tidak hanya berupaya menghindari tekanan fiskal, tapi juga memperkuat daya saing di pasar yang semakin ketat. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa lanskap industri kripto tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, namun juga oleh ketangkasan dalam membaca dinamika geopolitik global.
Transisi ini menandai perubahan besar dalam rantai pasokan global perangkat penambangan Bitcoin, dan berpotensi mengubah peta dominasi industri dalam beberapa tahun ke depan. Di sisi lain, Amerika Serikat, yang kini menjadi magnet bagi ekspansi industri kripto, semakin menegaskan posisinya sebagai pusat baru pertumbuhan ekonomi digital dunia.

