Elon: Tanpa Saya, Trump Sudah Kalah di Pemilu, Ia Tidak Tahu Berterima Kasih

Elon: Tanpa Saya, Trump Sudah Kalah di Pemilu, Ia Tidak Tahu Berterima Kasih

Washington, D.C. – Miliarder sekaligus mantan Kepala Departemen Efisiensi Pemerintahan (Department of Government Efficiency/D.O.G.E), Elon Musk, kembali melontarkan kritik pedas terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada Kamis (6/6), Musk menegaskan bahwa peran dirinya sangat krusial dalam kemenangan Trump pada pemilu sebelumnya.

“Tanpa dukungan saya, Trump hampir pasti akan kalah. Partai Demokrat akan mengambil alih Dewan Perwakilan, dan Partai Republik hanya akan menang tipis di Senat, 51-49,” tulis Musk.

Pernyataan tersebut sontak memicu gelombang perbincangan di ranah politik dan media sosial. Kritik ini muncul tidak lama setelah Musk secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala D.O.G.E., posisi strategis yang baru diembannya selama kurang dari lima bulan.

Ketegangan Dipicu Perbedaan Pandangan Soal Kebijakan Pajak

Puncak ketegangan antara kedua tokoh publik ini dipicu oleh perbedaan sikap atas kebijakan fiskal terbaru dari Presiden Trump. Musk secara terbuka menyuarakan penolakannya terhadap kebijakan pajak baru yang diusulkan Gedung Putih. Menurutnya, skema pajak tersebut justru akan menimbulkan pemborosan besar dalam pengelolaan anggaran negara.

Baca Juga: Elon Musk Kecam Kebijakan Fiskal Baru Trump: “Aib Memalukan bagi Amerika”

Dalam keterangan terpisah melalui platform Truth Social, Trump menanggapi kritik Musk dengan sikap yang lebih diplomatis. Ia menyatakan tidak mempermasalahkan keputusan Musk, namun tetap mempertahankan kebijakan fiskalnya sebagai langkah efisiensi besar-besaran.

“Kami memperkirakan reformasi pajak ini akan memangkas pengeluaran federal hingga US$1,6 triliun, atau setara dengan Rp26 kuadriliun. Ini langkah penghematan yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” tulis Trump.

Perseteruan Berlanjut, Dampak Politik Bisa Signifikan

Mundurnya Elon Musk dari D.O.G.E. menandai eskalasi terbaru dalam hubungan yang semakin memburuk antara dua tokoh berpengaruh ini. Hubungan mereka yang sebelumnya tampak harmonis selama kampanye pemilu kini berubah menjadi pertikaian terbuka yang disorot luas oleh publik dan media.

Analis politik menilai bahwa konflik ini bisa berdampak pada elektabilitas Trump, terutama di kalangan pemilih independen dan sektor teknologi. Dukungan Musk yang sebelumnya menjadi nilai strategis dalam pemilu, kini justru bisa menjadi senjata yang merugikan jika kritik-kritik tersebut terus digaungkan di tahun pemilu mendatang.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *