Harga Emas Antam Turun Tajam, IHSG Menguat Usai Kesepakatan Tarif Indonesia-AS

Harga Emas Antam Turun Tajam, IHSG Menguat Usai Kesepakatan Tarif Indonesia-AS

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan tajam sebesar Rp25.000 per gram, dari sebelumnya Rp1.970.000 menjadi Rp1.945.000 pada Kamis, 24 Juli 2025. Pelemahan harga emas ini berbanding terbalik dengan kinerja positif pasar saham domestik, yang mencatatkan penguatan signifikan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,22% ke level 7.560. Penguatan ini dipicu oleh sentimen positif dari perkembangan hubungan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan penurunan tarif impor atas sejumlah komoditas asal Indonesia, dari sebelumnya 32% menjadi 19%.

Langkah ini merupakan hasil dari negosiasi bilateral yang intensif, di mana Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan pembelian produk energi dari Amerika Serikat senilai US$15 miliar. Selain itu, Indonesia juga akan mengimpor berbagai produk pertanian asal AS serta 50 unit pesawat Boeing, sebagai bagian dari kesepakatan strategis tersebut.

Baca Juga: XRP Melonjak 25% dan Memimpin Reli Altcoin di Pekan ke-30: Sinyal Pergeseran Minat Investor dari Bitcoin?

Dalam pernyataan resminya yang disampaikan melalui media sosial, Trump menyatakan bahwa Indonesia akan menghapuskan 99% hambatan tarif terhadap produk industri, teknologi, dan pertanian dari AS. Ia juga memperkirakan, kebijakan ini akan membuka akses pasar tambahan sebesar US$50 miliar bagi produk-produk buatan Amerika.

Dampak positif dari kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan di pasar saham, tetapi juga pada nilai tukar rupiah. Rupiah menguat ke level Rp16.265 per dolar AS, naik dari posisi sebelumnya di Rp16.303 per dolar. Penguatan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi dan hubungan dagang Indonesia ke depan.

Penurunan harga emas sendiri bisa dikaitkan dengan berkurangnya permintaan aset safe haven seiring membaiknya sentimen risiko di pasar global. Investor cenderung beralih ke aset berisiko seperti saham, didorong oleh sinyal stabilitas dan peluang perdagangan yang lebih terbuka.

Kombinasi antara penguatan IHSG, menguatnya rupiah, dan meredanya ketegangan tarif antara dua negara menjadi katalis utama yang membentuk lanskap pasar hari ini. Situasi ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar dan investor domestik, serta memperkuat posisi Indonesia dalam kancah perdagangan global.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *