Kondisi likuiditas di Amerika Serikat kembali mencatatkan rekor penting. Pasokan uang beredar dalam kategori M2 — yang mencakup uang tunai, deposito berjangka, dan rekening tabungan — resmi menembus angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni US$21,94 triliun.
Data ini dirilis oleh TradingView dan disorot oleh analis pasar seperti Crypto Rover pada Rabu (2 Juli 2025). Menurut laporan tersebut, volume M2 mengalami peningkatan sebesar US$79,6 miliar atau setara 0,36% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Pencapaian ini mencerminkan respons kebijakan fiskal dan moneter Amerika Serikat yang terus menjaga sistem tetap cair di tengah berbagai tantangan ekonomi global, termasuk ketegangan geopolitik dan tekanan terhadap sektor perbankan.
Dampak dari melonjaknya suplai uang juga dirasakan di pasar aset digital. Bitcoin (BTC), sebagai salah satu instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang fiat, turut menunjukkan penguatan meskipun tipis. BTC sempat menembus level US$107.000, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset yang bersifat terbatas (scarce asset).
Baca Juga: Pasar Kripto Tetap Optimis Meski Bitcoin Melemah ke US$105.000: Apakah Tren Positif Masih Bertahan?
“Total suplai uang M2 di Amerika kini telah mencapai puncak tertinggi sepanjang sejarah di angka US$21,94 triliun,” tulis Crypto Rover dalam unggahan di platform X. Ungkapan ini menyoroti bahwa pasar kini berada dalam fase penuh kewaspadaan, karena suplai uang yang meningkat tajam sering kali memicu kekhawatiran akan inflasi, depresiasi nilai dolar, hingga potensi gelembung aset.
Lonjakan pasokan uang ini juga berpotensi memberi efek domino terhadap aset lain, termasuk emas, saham teknologi, dan komoditas. Para pelaku pasar akan memperhatikan dengan saksama bagaimana The Fed menyikapi dinamika ini, terlebih jika tekanan inflasi kembali meningkat.

