Trump Sindir Ketua The Fed Jerome Powell Soal Renovasi Gedung Biasanya Saya Pecat Saja

Trump Sindir Ketua The Fed Jerome Powell Soal Renovasi Gedung: “Biasanya Saya Pecat Saja”

Dalam sebuah momen penuh satire dan ketegangan ringan, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mencuri perhatian publik dengan komentarnya yang menggelitik sekaligus menyentil. Kali ini, sasarannya adalah Ketua The Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, terkait anggaran renovasi gedung institusi tersebut yang dinilai Trump “terlalu mahal”.

Dalam wawancara singkat yang dikutip dari Bloomberg Business, Trump menanggapi pertanyaan wartawan terkait proyek renovasi markas besar The Fed yang kabarnya menghabiskan dana hingga US$3,1 miliar. Dengan gaya khasnya yang blak-blakan dan retoris, Trump melontarkan komentar, “Umumnya, saya akan memecat dia,” yang mengundang tawa sekaligus spekulasi.

Trump menilai bahwa anggaran tersebut jauh melampaui batas kewajaran, apalagi jika dibandingkan dengan estimasi renovasi gedung lain dalam lingkup pemerintahan sebelumnya. Ia menyebut proyek itu sebagai “penghamburan dana publik” yang tak bisa dibenarkan.

Baca Juga: Nayib Bukele Genap 44 Tahun: Arsitek Kebangkitan El Salvador dari Krisis Lewat Bitcoin dan Reformasi Radikal

Namun, Powell menanggapi dengan tegas bahwa dirinya tidak mengetahui secara rinci angka fantastis tersebut. Ia juga menolak dianggap bertanggung jawab penuh atas proyek renovasi itu, mengingat perencanaan sudah dilakukan sejak lima tahun lalu dan melibatkan sejumlah bangunan federal lainnya.

Pertukaran argumen ini bukanlah yang pertama antara Trump dan Powell. Sejak awal masa kepemimpinannya pada 2016, Trump secara konsisten mengkritik kebijakan suku bunga The Fed yang menurutnya terlalu ketat dan tidak berpihak pada pertumbuhan ekonomi AS. Bahkan dalam wawancara yang sama, Trump menyisipkan candaan sarkastik: “Saya akan sangat bahagia jika dia bersedia menurunkan suku bunga, selain itu… ya, apa yang bisa saya katakan?”

Meskipun suasana wawancara tampak santai dan penuh canda, pernyataan Trump kembali membuka babak baru dalam hubungan rumit antara eksekutif dan otoritas moneter AS. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi terkait kelanjutan nasib Powell di tengah dinamika politik pasca-Trump. Namun yang pasti, kelakar Trump kembali menjadi sorotan—antara kritikan, lelucon politik, dan tekanan terselubung.

Hubungan antara keduanya seolah merepresentasikan ketegangan klasik antara kebijakan fiskal dan moneter yang tak jarang saling berbenturan di tengah sorotan publik dan tekanan pasar global.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *