New York, 12 Juli 2025 — Pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan kekuatannya dengan mencatat penguatan serempak di sejumlah indeks utama, bertepatan dengan lonjakan signifikan harga Bitcoin (BTC) yang mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Harga Bitcoin menembus angka fantastis US$118.400, mendorong kapitalisasi pasarnya naik tajam hingga US$2,34 triliun. Kenaikan harian BTC tercatat sebesar 5,94%, mencerminkan antusiasme pasar terhadap aset kripto terbesar di dunia ini, terutama di tengah meningkatnya arus masuk institusional dan ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 192,34 poin atau 0,43%, mengakhiri sesi di level 44.650,64. S&P 500 juga menguat sebesar 0,27% ke angka 6.280,46, sedangkan Nasdaq Composite mencatat kenaikan tipis 0,09% menjadi 20.630,66. Indeks NYSE Composite tak mau ketinggalan, naik 69,88 poin atau 0,34%, berakhir di posisi 20.678,11.
Dorongan Trump ke The Fed Tingkatkan Sentimen
Optimisme pasar tidak datang tanpa sebab. Presiden AS Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka mendesak Federal Reserve untuk segera menurunkan suku bunga acuan. Menurut Trump, langkah ini sangat krusial untuk menjaga daya saing perekonomian Amerika di tengah dinamika global, termasuk meningkatnya kekuatan ekonomi digital seperti kripto.
Baca Juga: Bitcoin Melejit Dua Hari Beruntun, Trump Tegaskan Komitmen Jadikan AS Ibu Kota Crypto Dunia
Seruan Trump ini mempertegas sikap pemerintah yang ingin memacu pertumbuhan melalui pelonggaran moneter, selaras dengan tren penurunan inflasi dan stabilnya data ketenagakerjaan. Investor menanggapi hal ini sebagai sinyal positif bagi pasar saham maupun aset berisiko seperti kripto.
Simbiosis Pasar Tradisional dan Kripto Semakin Nyata
Korelasi antara pasar saham dan Bitcoin kini semakin terlihat. Lonjakan nilai BTC tidak lagi semata-mata mencerminkan spekulasi ritel, melainkan juga hasil dari masuknya dana institusi besar melalui instrumen seperti ETF Bitcoin spot, kontrak derivatif, hingga dukungan korporasi global yang mulai mengadopsi teknologi blockchain.
Kombinasi antara kebijakan fiskal, momentum teknologi, dan arus modal baru inilah yang menciptakan atmosfer pasar yang lebih dinamis namun penuh peluang.

