Badan kejahatan keuangan Australia memberlakukan pembatasan terhadap mesin anjungan tunai mandiri (ATM) kripto setelah jumlah kios yang meningkat pesat menarik perhatian para penipu dan pelaku penipuan.
Australian Transaction Reports and Analysis Centre (Austrac) menetapkan batas maksimal setoran dan penarikan tunai sebesar A$5.000 (sekitar US$3.250) sebagai bagian dari langkah baru untuk melindungi konsumen, menurut pernyataan resmi pada Selasa. Austrac juga menolak memperpanjang registrasi salah satu penyedia layanan ATM kripto.
“Austrac telah menemukan tren yang mengkhawatirkan yang mengonfirmasi bahwa ATM kripto digunakan dalam transaksi terkait penipuan dan scam,” kata CEO Austrac, Brendan Thomas, dalam pernyataan tersebut. Lembaga itu juga memperkenalkan kewajiban uji tuntas pelanggan yang diperketat, peringatan scam wajib, serta persyaratan pemantauan transaksi yang lebih ketat.
Penggunaan ATM kripto di Australia melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data Austrac, saat ini terdapat lebih dari 1.800 mesin di seluruh negeri, dibandingkan hanya 23 pada tahun 2019. Pelanggan berusia 50 tahun ke atas menyumbang hampir 72% dari total nilai transaksi di ATM kripto, dengan kelompok usia 60 hingga 70 tahun mencakup 29%.
Austrac telah memperingatkan sejak akhir tahun lalu bahwa aset kripto menimbulkan risiko kriminal yang semakin tinggi. Lembaga tersebut juga menyatakan pada Selasa bahwa bursa mata uang digital diharapkan mempertimbangkan pembatasan serupa jika mereka menerima transaksi tunai untuk aset kripto.
“Saya memperingatkan siapa pun yang diminta menggunakan mesin ini untuk mengirim dana kepada seseorang agar berhenti dan berpikir dua kali,” ujar Thomas.
Sumber: Bloomberg.com

