Pergerakan pasar kripto kembali menyita perhatian global setelah Bitcoin (BTC) melonjak ke angka US$108.000 pada Minggu, 29 Juni 2025. Kenaikan ini terjadi setelah sempat jatuh ke titik terendah US$98.242, menyusul memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel. Ketegangan tersebut memicu gelombang permintaan terhadap aset lindung nilai digital seperti Bitcoin—sebuah respons khas investor dalam menghadapi ketidakpastian global.
Namun, meskipun Bitcoin berhasil membalikkan tren penurunannya dengan cepat, kondisi berbeda justru dialami oleh Ethereum (ETH). Kripto terbesar kedua ini justru terjebak di bawah level US$2.500, gagal mengikuti reli kuat yang dibukukan oleh Bitcoin dalam beberapa hari terakhir.
Ethereum Masih Terkekang Garis Tren Turun Sejak 2018
Menurut analis pasar Burak Kesmeci, Ethereum saat ini sedang menghadapi garis tren menurun jangka panjang yang telah terbentuk sejak tahun 2018. Garis ini menjadi penghalang utama bagi ETH untuk menembus level resistance kritikal dan membentuk reli yang berkelanjutan.
Level resistance utama yang menjadi fokus pasar saat ini berada di sekitar US$2.575. Jika Ethereum berhasil menutup perdagangan harian di atas titik ini, terbuka peluang menuju target harga berikutnya di US$2.850, yang akan memperkuat narasi bullish jangka menengah.
Baca Juga: Bank Sentral Global Tahan Suku Bunga di Tengah Ketidakpastian Tarif dan Geopolitik
Namun sebaliknya, jika Ethereum gagal menembus resistance tersebut, pasar bisa mengalami tekanan jual lanjutan. Hal ini berpotensi menyeret ETH kembali ke zona support penting di sekitar US$1.750, yang telah terbukti menjadi area akumulasi kuat dalam beberapa tahun terakhir.
Indikator On-Chain Masih Netral, Sentimen Institusional Jadi Penopang
Dari sisi metrik on-chain, indikator MVRV (Market Value to Realized Value) Ethereum saat ini berada di level 1,16. Angka ini menunjukkan bahwa para pemegang ETH secara rata-rata masih dalam posisi untung, namun belum signifikan untuk menciptakan tekanan beli tambahan. MVRV yang stabil namun tidak ekstrem mengindikasikan pasar yang sedang menunggu pemicu teknikal atau fundamental berikutnya.
Volume perdagangan historis memperlihatkan adanya konsentrasi aktivitas di kisaran US$2.100 hingga US$2.300, yang saat ini berfungsi sebagai zona ambang psikologis dalam menentukan arah selanjutnya.
Dukungan Institusional: Faktor Fundamental Jangka Panjang
Di tengah tekanan teknikal dan ketidakpastian jangka pendek, dukungan dari institusi besar terus menjadi penopang utama ekosistem Ethereum. Salah satu contoh terbaru datang dari SharpLink Gaming, yang dilaporkan menambah kepemilikan Ethereum senilai US$14,45 juta. Langkah ini menunjukkan strategi investasi jangka panjang, serta keyakinan terhadap fundamental jaringan Ethereum di masa depan.
Akumulasi institusional semacam ini dapat menciptakan fondasi yang lebih kuat untuk harga Ethereum, terutama jika pasar kembali mengarah ke kondisi bullish. Dukungan ini juga mempertegas bahwa meski Ethereum sedang menghadapi tekanan jangka pendek, pandangan jangka panjang terhadap aset ini tetap positif di kalangan investor besar.

