ETF Ethereum Catat Rekor Inflow US$1 Miliar dalam Dua Hari, BlackRock Dominasi Pasar

ETF Ethereum Catat Rekor Inflow US$1 Miliar dalam Dua Hari, BlackRock Dominasi Pasar

Lonjakan signifikan kembali terjadi di pasar aset kripto, kali ini datang dari sektor exchange-traded fund (ETF) berbasis Ethereum (ETH). Dalam dua hari terakhir, yakni pada 16 dan 17 Juli 2025, aliran dana masuk ke ETF Ethereum mencapai rekor baru sebesar US$1,32 miliar — pencapaian tertinggi sepanjang sejarah ETF ETH sejak pertama kali diluncurkan.

Data ini diperoleh dari laporan terbaru Farside Investors, yang juga menyoroti dominasi ETF Ethereum milik BlackRock, yakni ETHA, sebagai penyumbang terbesar aliran dana tersebut. ETHA menyerap sekitar 79% dari total inflow, atau lebih dari US$1 miliar hanya dalam kurun waktu 48 jam. Khusus pada 16 Juli, dana yang masuk ke produk ini mencapai US$726 juta, menjadikannya hari terbaik dalam sejarah ETF Ethereum, sekaligus sinyal kuat bahwa minat institusional terhadap ETH mengalami lonjakan pesat.

Lonjakan yang Menggeser Lanskap ETF Global

ETHA kini resmi mencatatkan diri sebagai salah satu ETF paling dominan secara global, dengan nilai aliran dana mingguan mencapai US$1,26 miliar hingga 18 Juli. Capaian ini menempatkan ETHA dalam lima besar ETF dengan inflow mingguan terbesar di dunia, bersanding dengan IBIT — ETF Bitcoin milik BlackRock yang sebelumnya telah mencatat sejarahnya sendiri di pasar ETF kripto.

Baca Juga: Bitwise: Bitcoin Berpotensi Tembus US$200.000 Sebelum 2026, Ini Alasannya

Di antara lebih dari 4.300 produk ETF yang diperdagangkan secara global, hanya segelintir yang mampu mencapai angka inflow sebesar itu dalam waktu sesingkat ini. Hal ini menegaskan posisi ETH bukan hanya sebagai aset digital kedua setelah Bitcoin dalam hal kapitalisasi pasar, tetapi juga dalam tingkat penerimaan institusi melalui instrumen keuangan formal seperti ETF.

Persaingan ETH dan BTC Semakin Sengit

Menariknya, dalam sepekan terakhir, data menunjukkan bahwa ETF Ethereum berhasil mengumpulkan dana sebesar US$1,78 miliar, hanya sedikit tertinggal dari aliran dana ETF Bitcoin yang berada di angka US$2,02 miliar. Ini menjadikan rasio inflow ETH/BTC tembus 88%, angka tertinggi ketiga dalam sejarah sejak rekor 206,2% pada Februari 2025 lalu.

Angka ini mencerminkan tren baru di pasar aset digital, di mana Ethereum mulai mengejar dominasi Bitcoin dalam segmen investasi institusional. Jika tren ini berlanjut, bukan mustahil ETH akan menyaingi BTC dalam hal daya tarik institusi di masa mendatang.

Apa Artinya untuk Pasar?

Pertumbuhan pesat ETF Ethereum ini dapat dibaca sebagai sinyal kuat dari investor institusional, yang tidak lagi hanya fokus pada Bitcoin sebagai aset utama dalam portofolio kripto mereka. Ethereum dengan berbagai utilitasnya — mulai dari smart contract, DeFi, NFT, hingga potensi masa depan sebagai infrastruktur Web3 — kini mulai menarik perhatian lebih luas dari pelaku pasar besar.

Lebih lanjut, dominasi BlackRock dalam pasar ETF kripto juga memperlihatkan bagaimana pemain tradisional keuangan mulai merangkul penuh dunia aset digital, bahkan memimpin dalam inovasi produk dan strategi distribusi.

Penutup

Pencapaian ini bukan hanya menjadi tonggak sejarah bagi ETF Ethereum, tetapi juga mencerminkan dinamika baru dalam adopsi kripto secara global. Dengan arus dana yang semakin besar dan kompetisi yang kian ketat antara Bitcoin dan Ethereum, industri kripto memasuki babak baru — babak di mana Ethereum tidak lagi hanya ‘nomor dua’, tetapi pesaing sejati dalam ekosistem investasi digital modern.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *