Ethereum Catatkan Inflow Fantastis ke ETF Momentum Baru di Tengah Redupnya Bitcoin

Ethereum Catatkan Inflow Fantastis ke ETF: Momentum Baru di Tengah Redupnya Bitcoin

Produk Exchange-Traded Fund (ETF) spot Ethereum (ETH) di Amerika Serikat menunjukkan kinerja yang mengesankan, dengan mencatat aliran dana masuk (inflow) sebesar US$533,8 juta pada hari Selasa, 22 Juli 2025. Angka ini menandai inflow terbesar ketiga sejak peluncuran ETF Ethereum di pasar AS, sebuah sinyal kuat bahwa minat investor—khususnya institusional—terhadap aset kripto terbesar kedua ini tengah memasuki babak baru.

Berbanding terbalik, ETF spot Bitcoin (BTC) justru mengalami arus keluar (outflow) hingga US$67,9 juta pada hari yang sama, menunjukkan adanya rotasi modal dari Bitcoin ke Ethereum. Situasi ini kian memperkuat pandangan bahwa Ethereum mulai mengambil panggung utama dalam lanskap aset digital global.

Dominasi ETHA Milik BlackRock

Dari total inflow tersebut, iShares Ethereum Trust (ETHA) yang dikelola oleh raksasa manajemen aset BlackRock menjadi kontributor terbesar, dengan menyerap dana hingga US$426,2 juta hanya dalam satu hari. Di posisi berikutnya, Grayscale Ethereum Mini Trust (ETH) mencatat inflow sebesar US$72,6 juta, sementara produk Fidelity Ethereum Fund (FETH) ikut menyumbang US$35 juta.

Aliran dana masif ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek Ethereum sebagai aset strategis jangka panjang, terutama di tengah stabilnya kondisi makroekonomi dan ketidakpastian arah suku bunga.

Analis: Ethereum Punya Peluang Emas

Vincent Liu, Chief Investment Officer dari Kronos Research, menyatakan bahwa dominasi Bitcoin yang selama ini begitu kuat mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Ia meyakini bahwa faktor makro yang cenderung kondusif—seperti inflasi yang melandai dan kebijakan moneter yang stabil—telah menciptakan ruang bagi Ethereum untuk bersinar.

Baca Juga: WLFI Tambah Koleksi Ethereum: Serok 3.473 ETH Senilai US$13 Juta, Tunjukkan Keyakinan Jangka Panjang

“Selama faktor-faktor ini tetap berlangsung, tren positif pada Ethereum kemungkinan besar akan berlanjut. Investor mulai menyadari nilai strategis ETH dalam ekosistem kripto dan teknologi blockchain,” ujar Liu.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Nick Ruck, Direktur Riset di LVRG, yang menyoroti peningkatan minat institusi terhadap Ethereum. Menurutnya, ETH kini menjadi alternatif utama bagi investor institusional yang merasa ketinggalan saat lonjakan harga Bitcoin di awal tahun.

“Ethereum menjadi opsi masuk kedua yang solid. Lonjakan inflow ini adalah bukti nyata bahwa ETH memiliki daya tarik yang tidak kalah kuat dari BTC, terutama di kalangan investor besar,” ungkap Ruck.

Ethereum Naik Kelas?

Dengan meningkatnya arus masuk ke ETF Ethereum, pasar kini mulai memperdebatkan apakah ETH tengah naik kelas menjadi aset safe haven digital yang layak disejajarkan dengan Bitcoin. Selain itu, narasi seputar potensi adopsi massal Ethereum sebagai infrastruktur keuangan digital masa depan juga turut mendorong minat beli investor.

Tren ini bisa menjadi titik balik bagi Ethereum, yang selama bertahun-tahun berada di bayang-bayang dominasi Bitcoin. Kini, dengan dukungan kuat dari institusi dan minat retail yang terus bertumbuh, ETH tampaknya siap memasuki fase pertumbuhan baru yang lebih matang dan berkelanjutan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *