Tron (TRX) Terkapar Usai Anjlok 2,77% dalam 24 Jam, Jadi Top Loser Hari Ini

Tron (TRX) Terkapar Usai Anjlok 2,77% dalam 24 Jam, Jadi Top Loser Hari Ini

Tron (TRX), salah satu aset kripto dengan kapitalisasi besar, hari ini harus menelan pil pahit setelah harganya tergelincir tajam sebesar 2,77% dalam sehari, turun ke level US$0,3262. Penurunan ini sekaligus menempatkan Tron sebagai top loser di antara aset kripto utama, menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, khususnya pemegang jangka panjang.

Tak hanya itu, kapitalisasi pasar TRX pun ikut longsor ke angka US$30,94 miliar, menandakan tekanan signifikan terhadap daya beli serta sentimen pasar. Yang lebih mengkhawatirkan, volume perdagangan harian TRX tercatat merosot drastis hingga 50,82%, menyentuh hanya US$1,43 miliar. Penurunan ini mengindikasikan berkurangnya partisipasi trader serta mulai lunturnya minat pasar dalam jangka pendek.

Baca Juga: Satu Dekade Ethereum: Aktivitas Jaringan Meningkat, Minat Pasar Melonjak

Salah satu metrik penting, yaitu rasio volume terhadap kapitalisasi pasar (volume-to-market cap ratio), kini berada di angka 5,64%. Ini jauh di bawah rasio aset digital lain seperti Pudgy Penguins yang saat ini memiliki minat trading yang tinggi. Rasio rendah ini dapat diartikan sebagai sinyal adanya aksi jual besar-besaran yang dilakukan oleh whale—sebutan bagi investor institusional atau individu yang memegang porsi besar suatu aset.

Meskipun demikian, total pasokan beredar TRX masih berada pada level optimal, yakni 94,72 miliar token, sebuah indikator bahwa suplai belum mengalami tekanan dari sisi distribusi. Namun tetap saja, tekanan jual dari investor besar bisa menekan harga lebih dalam, terutama jika tidak dibarengi dengan katalis positif dari sisi fundamental atau sentimen pasar yang mendukung.

Analis teknikal dan trader crypto populer Lingrid mengungkapkan bahwa saat ini TRX tengah menguji ulang zona breakout di dekat kisaran US$0,330, yang kini berperan sebagai support dalam pola rising wedge. Jika support ini mampu bertahan, ada potensi pantulan harga menuju area resistance berikutnya di sekitar US$0,360. Namun jika gagal bertahan, maka kemungkinan koreksi lebih lanjut akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Situasi ini menciptakan kondisi penuh ketidakpastian. Di satu sisi, para trader jangka pendek melihat peluang teknikal untuk akumulasi, namun di sisi lain, tekanan makroekonomi dan minimnya sentimen positif bisa menjadi penghambat utama bagi kebangkitan harga TRX dalam waktu dekat.

Dengan dinamika yang terjadi saat ini, para investor dan pengamat pasar disarankan untuk tetap waspada dan melakukan analisis menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi di tengah volatilitas yang tinggi.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *