Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu institusi pendidikan teknik terkemuka di Indonesia, secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Kukuh Mandiri, anak perusahaan dari konglomerasi besar Agung Sedayu Group dan Salim Group. Hasil dari sinergi ini adalah pembangunan kampus baru ITB yang berlokasi di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), sebuah kawasan yang berkembang pesat sebagai pusat inovasi dan gaya hidup di Jakarta.
Kampus baru ini dirancang sebagai pusat unggulan yang akan menghadirkan program studi masa depan, di antaranya Fakultas Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence), Teknologi Kesehatan (MedTech), Sekolah Bisnis dan Manajemen, serta Arsitektur Lanskap dan Perencanaan Kawasan. Pendirian kampus tersebut menandai langkah strategis ITB dalam memperluas jangkauan akademik dan memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi kelas dunia.
Rektor ITB, Prof. Dr. Tatacipta Dirgantara, dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk konkret dari sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor swasta yang visioner. “Kami melihat ini bukan sekadar pembangunan kampus secara fisik, namun sebagai titik tolak bagi ITB untuk memperluas pengaruhnya secara nasional maupun global. Harapannya, kampus ini dapat mencetak generasi yang mampu menjawab tantangan industri masa depan,” ujar Prof. Tatacipta, Rabu (2/7).
Kehadiran fakultas yang fokus pada AI dan MedTech mencerminkan kesadaran ITB terhadap dinamika industri global yang kian menekankan pentingnya inovasi teknologi. Dalam era disrupsi digital, kebutuhan akan tenaga profesional di bidang kecerdasan buatan dan teknologi kesehatan meningkat pesat. ITB melihat peluang ini sebagai momen strategis untuk menyiapkan lulusan yang siap bersaing secara internasional.
Tak hanya itu, pembangunan kampus di PIK2 juga menunjukkan arah baru dalam desain ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia—yakni kolaborasi antar pemangku kepentingan, antara akademisi, sektor swasta, dan masyarakat. PIK2 sendiri dikenal sebagai kawasan yang dirancang dengan infrastruktur kelas dunia, menjadikannya tempat ideal bagi lahirnya inovasi, riset, dan kolaborasi multidisiplin.
Dengan membuka kampus di kawasan ini, ITB juga menegaskan komitmennya untuk lebih dekat dengan pusat ekonomi dan industri, menjadikan proses pembelajaran dan riset lebih relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja serta tren global.
Pendirian kampus ini adalah langkah strategis yang bukan hanya memperluas jangkauan geografis ITB, tetapi juga memperkuat posisi institusi ini sebagai pusat keunggulan dalam pendidikan, inovasi, dan pengembangan teknologi yang berdampak nyata bagi bangsa.

