Bitcoin kembali menunjukkan taringnya dengan mencatatkan rekor monthly close tertinggi sepanjang sejarah, menutup bulan Juli 2025 di level impresif US$115.000. Meski sempat terkoreksi sekitar 2% sesaat sebelum penutupan, angka ini tetap menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 7,4% dibandingkan dengan penutupan bulan Juni lalu.
Data dari Statmuse mengungkapkan bahwa selama Juli 2025, Bitcoin sempat menyentuh titik tertinggi di US$123.091, sementara titik terendahnya berada di kisaran US$105.157. Rentang harga yang cukup lebar ini mencerminkan dinamika pasar yang semakin aktif dan kompleks, seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap aset digital ini.
Tak hanya mencetak rekor harga, volume perdagangan Bitcoin juga mengalami lonjakan yang cukup drastis. Sepanjang Juli, volume transaksi menyentuh angka US$2 triliun—naik 42% dari US$1,4 triliun pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini memperlihatkan meningkatnya likuiditas di pasar serta semakin banyaknya pelaku institusi maupun ritel yang terlibat dalam perdagangan aset kripto.
Salah satu peristiwa penting yang turut menyita perhatian adalah aktivitas dari seorang whale, alias investor besar yang memegang jumlah Bitcoin dalam jumlah signifikan. Whale tersebut diketahui memindahkan sebanyak 80.000 BTC senilai kurang lebih Rp152 triliun ke dompet Galaxy Digital, sebuah perusahaan investasi aset digital ternama yang dipimpin oleh Mike Novogratz. Banyak analis menginterpretasikan langkah ini sebagai indikasi potensi aksi jual besar-besaran.
Baca Juga: Whale Bitcoin Tidur 15 Tahun Tiba-tiba Aktif Lagi, Bawa Aset Senilai Hampir Rp100 Miliar
Namun yang mengejutkan, meskipun ada transfer dalam skala besar seperti itu, harga Bitcoin tetap mampu bertahan dan menutup bulan di rekor tertingginya. Ini menunjukkan bahwa tekanan jual dari para whale tidak lagi sekuat dulu, atau bisa jadi pasar saat ini jauh lebih resilient berkat masuknya investor institusi yang mampu menstabilkan permintaan.
Analis pasar memandang rekor ini sebagai sinyal bullish yang kuat menjelang kuartal terakhir tahun 2025. Jika momentum ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Bitcoin akan segera menguji level psikologis berikutnya di angka US$130.000 hingga US$150.000 dalam waktu dekat.
Dalam konteks makroekonomi, kestabilan kebijakan moneter global dan meningkatnya kepercayaan terhadap kripto sebagai aset lindung nilai dari inflasi turut memperkuat posisi Bitcoin di mata investor global. Dengan pencapaian ini, Bitcoin sekali lagi menegaskan eksistensinya sebagai aset digital utama dunia, sekaligus membuka babak baru dalam sejarah pasar kripto.

